Dalam Rangka Belajar Jadi Blogger, Dari Semarang Menuju Purwokerto Bagian 4 (Indonesia & English)

Purwokerto, 29 Juni 2019 

Karya lukisan payung kertas wisatawan di Ds. Kalibaror
Desa Wisata Kalibagor, Potensi Seru Yang Tidak Akan Terlupakan Di Purwokerto - Desa wisata sedang menjadi trend yang populer dibeberapa daerah di beberapa tahun belakangan ini. Dan, itu juga yang terjadi di Desa Kalibagor, Purwokerto. Potensi yang ada, dibalut dengan sentuhan kreatif para pegiat pariwisata di desa tersebut berhasil menyulap wujud Desa Kalibagor menjadi salah satu primadona wisata khas pedesaan di Purwokerto. Dengan kearifan lokal serta kebudayaan yang masih terjaga, menjadikannya menjadi tempat yang tepat untuk sejenak rehat dari hiruk pikuknya kesibukan keseharian.

Selain itu, pelayanan yang diberikanpun bukan kaleng-kaleng (seperti cinta mantanmu itu), ramah tamah khas pedesaan masih tentram terasa. Tidak cukup sampai disitu, balutan histori Pabrik Gula sejak berabad-abad lalu menjadikan Desa Kalibagor semakin menarik perhatian para wisatawan yang datang.

Spot area selfie di Ds. kalibagor
Di antara keistimewaan dan potensi Desa Wisata Kalibagor yaitu terdapat pabrik gula peninggalan Belanda yang berada di Desa Kalibagor. Tak hanya itu saja, di desa Kalibagor ini juga terdapat beberapa pengrajin payung kertas yang sudah sangat legendaris.

Dengan berbekal potensi yang ada, aneka paket wisata pun disediakan, mulai menyusuri Lorong Blothong, membatik payung kertas, dan juga menikmati sajian spot selfie yang sudah tersusun rapi disepanjang pintu masuk desa.

Lorong Blothong  sebenarnya merupakan sebuah saluran pembuangan air dari Pabrik Gula yang dibangun oleh Bangsa Belanda. Bangunan tersebut tercatat dibangun pada tahun 1839. Lorong Blothong memiliki ukuran panjang 80 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 150 meter. Dengan kreativitas para penggiat pariwisata dan warga setempat, berhasil menjadikannya sebuah wisata yang menarik perhatian bagi setiap pengunjungnya.

Wisatawan dengan karya payung lukis di Ds. Kalibagor

Kesenian Payung Kertas Kalibagor menjadi salah satu daya tarik wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Kalibagor. Wisatawan diberikan kesempatan untuk menciptakan kreasi warna warni payung kertas (tidak seperti kisah cintamu yang kelabu itu). Kerajinan payung kertas sudah berproduksi sejak lama. Perkembangan payung kertas Kalibagor sudah dikenal sejak tahun 1940. Dan ketrampilan ini diwariskan secara turun temurun hingga mencapai puncak popularitas pada tahun 1970-an. Tetapi seiring berkembangnya zaman dan teknologi, sampai saat ini hanya masih tersisa beberapa pengrajin payung kertas Kalibagor. Dan kita juga masih bisa menjumpai industri rumahan payung kertas di Dusun Grumbul Asinan Desa Kalibagor.

Travellers Couple Notes

Cocok juga nih untuk menghabiskan masa liburan bersama couple kamu. Bayangin yaa, mulai menyusuri Lorong Blothong berdua, terus lanjut ngelukis payung kertas bareng, coret-coretan dengan muka bahagia berseri-seri, berusaha dunia hanya milik kalian seorang. Kemarin juga sedang pembangunan wisata air, dan revitalisasi di area spot selfie loh. Semua akan indah dan tak terlupakan deh, saat kamu berkunjung ke Desa Kalibagor.

Setelah menyamar menjadi warga desa, Selanjutnya Ikan Dewa, Per Ons 100 Rb Benar-benar Ikan Kelas Dewa Khas Purwokerto

-----------------------------------------------------

In Order To Learn To Be A Blogger, From Semarang To Purwokerto Part 4 (Indonesia & English).

Purwokerto, June 29, 2019

Kalibagor Tourism Village, Exciting Potential That Will Not Be Forgotten in Purwokerto - Tourism villages are becoming a trend that has been popular in several regions in recent years. And, that also happened in Kalibagor Village, Purwokerto. The potential that exists, wrapped in a creative touch of tourism activists in the village managed to conjure up the form of Kalibagor Village to be one of the primadona of typical rural tourism in Purwokerto. With local wisdom and culture that is still maintained, making it a great place to take a break from the hustle and bustle of everyday life.

In addition, the services provided are not cans (like your ex's love), friendly hospitality typical of the countryside is still calm feels. It's not enough to get there, the history of the Sugar Factory since centuries ago made the Kalibagor Village increasingly attract the attention of the tourists who came.

Among the features and potential of Kalibagor Tourism Village, there are Dutch sugar factories located in Kalibagor Village. Not only that, in the village of Kalibagor there are also several paper umbrella craftsmen who have been very legendary.

Armed with the potential that exists, various tour packages are also provided, starting along Lorong Blothong, batik paper umbrellas, and also enjoying spot selfies that have been neatly arranged along the village entrance.

Blothong Hallway is actually a drainage channel from the Sugar Factory built by the Dutch. The building was recorded as built in 1839. Blothong Hallway has a length of 80 meters, width of 2 meters, and height of 150 meters. With the creativity of tourism activists and local residents, it succeeded in making it an interesting tour for every visitor.

Kalibagor Paper Umbrella Art is one of the attractions of foreign tourists to visit Kalibagor. Tourists are given the opportunity to create colorful paper umbrella creations (not like your gray love story). Paper umbrella crafts have been producing for a long time. The development of Kalibagor paper umbrellas has been known since 1940. And these skills were inherited from generation to generation until they reached the height of popularity in the 1970s. But along with the development of the times and technology, until now there are only a few remaining paper umbrella craftsmen in Kalibagor. And we can also find a paper umbrella home industry in Grumbul Asinan Hamlet, Kalibagor Village.

Travelers Couple Notes

Also suitable for spending the holidays with your partner. Imagine that, starting along Blothong Hallway together, continuing to paint paper umbrellas together, scribbling with happy faces beaming, trying the world is only yours. Yesterday was also developing water tourism, and revitalization in the spot selfie area. Everything will be beautiful and unforgettable, when you visit Kalibagor Village.

After disguising into villagers, Next, Deity Fish, Per Ounces of 100 Rb Are Really Typical Deity Fish of Purwokerto

2 Komentar untuk "Dalam Rangka Belajar Jadi Blogger, Dari Semarang Menuju Purwokerto Bagian 4 (Indonesia & English)"

  1. Wah seru juga ya di purwokerto. Jadi pengen kesanaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kesana kak.. yakin gabakal nyesel deh
      jangan lupa mampir Kalibagor juga, dijamin ketagian nih ;)

      Hapus

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel