KA Tawang Jaya, Obrolan, Bantal, Makanan, Minuman Jajanan, Toilet Semua Lengkap Tersedia, Kecuali Musala (Indonesia & English)

KA Tawang Jaya, Obrolan, Bantal, Makanan, Minuman Jajanan, Toilet Semua Lengkap Tersedia, Kecuali Musala - Selepas badai gundah malam lalu, lengkap dengan semua tata sistematika administrasinya. Akhirnya lengkap sudah akses perjalanan ke Palembang digenggaman tangan. Sesuai rencana, start awal akan dimulai dari Stasiun Poncol(Semarang) sampai Sultan Mahmud Badaruddin II(Palembang) sebagai garis finishnya(bukan hatinya...wkwk).

Rencana Awal

Atm center di Stasiun Poncol, Semarang

Musala di Stasiun Poncol, Semarang
Sesuai rencana awal, kali ini aku menggunakan KA Tawang Jaya. Kereta berangkat mulai pukul 13.15 - 20.10 WIB. Menyiasati keterlambatan, aku sampai di Stasiun Poncol tepat pukul 12.30 WIB dan segera kutunaikan kewajibanku sebelum perjalanan panjang setelahnya. Tenang... Di Stasiun Poncol ini semuanya lengkap kok, termasuk salah satu stasiun besar juga. Mulai dari mushola, ATM center, sampai kedai santapan semua tersedia dan mudah untuk mengaksesnya.

Rute KA Tawang Jaya
Telat 2 menit dari jadwal, KA Tawang Jaya memulai perjalanan panjang dari Semarang sampai berakhir di Jakarta nantinya. Rute yang ditempuh meliputi Semarang Poncol-Weleri-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Tanjung-Babakan-Prujakan-Cirebon-Jatibarang-HaurGeulis-Pegaden Baru-Bekasi-Pasar Senen. Untuk harganya tergolong paling ekonomis dibanding KA yang lainnya, yaitu 130k/penumpang dewasa.

Semua itu Pilihan

Membaca buku di KA Tawang Jaya
Interaksi dan aktivitas digerbong kereta selalu menjadi salah satu yang aku nantikan. Bertemu dengan orang baru, cerita baru, pengalaman baru, walaupun tak sekalipun bertemu sebelumnya. Gonta-ganti dan kadang bertambah disetiap kereta singgah. Kalo aku bilang, kereta menjadi salah satu transportasi paling ramah dan menyenangkan.

Ibadah di KA Tawang Jaya
Tak semua orang suka memulai cerita memang, biarkan... Memang itu pilihan. Beberapa ada yang sibuk dengan gadgetnya, buku catatannya, sampai buku novel favoritnya. Dan yang bikin kagum, beberapa orang yang masih menjaga ketaqwaan kepada Tuhan-Nya walau ditengah-tengah kebisingan. Walaupun makanan, minuman, jajanan, toilet sampai bantal tersedia, di KA Tawang Jaya tidak tersedia ruangan ibadah/Musala. Semua lengkap tersaji selama 7 jam kereta melenggang. Tersedia pula sumber informasi langsung dari pak kondektur, yang terpampang jelas identitas dan nomor hp nya disetiap gerbong bagian depan kereta(asal jangan telfon prank mama Mama minta pulsa ya... Wkwk). 
Pusat informasi KA Tawang Jaya
*catatan: Buat kamu yang sedang menggunakan transportasi kereta api, jangan sekali-kali memutuskan untuk ke Musala stasiun singgah kereta ya, karena berhenti nya cuman 3 menit. Untuk ibadah, bisa dilakukan di dalam gerbong kereta ya, walaupun dengan fasilitas terbatas.

Beruntung!

Walau tak semua bisa direncana, akan tetapi, pastilah semua sudah terencana oleh Sang Pencipta. Deretan gerbong yang aku tempati berada di gerbong satu, kursi 12b aku ingat sekali. Dari 6 penumpang yang silih berganti, mulai dari Abang pedagang sayur di Pasar Senen asal Brebes, Adik SMK Pelayaran asal Batang yang hendak magang, sampai Lulusan AKMI(Akademi Maritim) Suaka Bahari Cirebon asal Puncak Bogor, lengkap dengan masing-masing cerita dan pengalamannya.

Sebut saja Sultan, lengkap dengan wajah riangnya yang ternyata berhasil menyelesaikan masa studi kemaritiman pada usia yang tergolong muda. Setelah menempuh 4 tahun studinya, ditambah magang di Pertamina yang menghasilkan kurang lebih 6jt tiap bulannya sebagai pengalamannya, ia lulus sesuai dengan harapan diri dan kedua orangtuanya. Pria yang baru berusia 21 tahun ini asli dari Bogor, Ciawi nama daerahnya.

Terlihat paling pendiam, akupun memutuskan untuk memulai obrolan dengannya saat sampai di Stasiun Bekasi. Mulai dari Klub bola, serial Naruto, sampai yang terbaru koleksi Boruto seolah kita frekuensi. Usut punya usut, Sultan yang paling fanatik dibanding denganku. Muali dari koleksi komik fisik semua volume mulai dari awal, sampai semua film animasinya lengkap sampai tamat. Ditambah, ternyata dia juga mengoleksi baju-baju klub sepakbola dari mulai retro sampai yang terbaru, Manchester United tim kebanggaanya, walaupun sekarang seringkali melawak permainannya...wkwk.


Sesuai daftar rencana, seharusnya aku langsung ke Stasiun Manggarai selepas turun di Stasiun Pasar Senen menggunakan jasa abang ojol karena sudah booking tiket untuk kereta express bandara pukul 21.40 WIB nanti. 20 menit menuju titik akhir KA Tawang Jaya di Stasiun Pasar Senen, sementara itu aku juga masih bingung akses dari Senen ke Manggarai, karena kereta express ke bandara hanya ada di Manggarai(di Pasar Senen tidak ada). Obrolan kamipun semakin berlarut, sampai akhirnya kebingunganku memuncak saat 5 menit menjelang turun kereta.

Travellers Couple Notes

'Aku juga ini Langsung ke Manggarai'. Kataku.
'Aku lanjut ke Bogor, naik KRL(Kereta Rel Listrik), bisa akses ke Manggarai kok kalo mau juga, tapi kuncinya satu... tanya petugasnya.... *ngakak' Sultan langsung menimpali.

Karena menggunakan jasa abang ojol sudah terlalu mainstream di Semarang, naluri 'mencoba hal baru' ku pun meronta, gimana ya rasanya naik KRL? Gimana ya caranya? Berapa budget harganya? Tanpa pikir panjang langsung aku mengamini informasi sekaligus ajakan dari Sultan. Berbekal ketidaktahuan dan hanya ikut-ikutan si Sultan, kita pun bergegas jalan setengah lari ke loket pembelian tiket KRL yang berada di lajur pintu keluar Stasiun Pasar Senen. Setelah sampai St. Pasar Senen, ke St. Manggarai naik apa yang ekonomis? Cuman 3k! Inilah KRL Yang Murah nan Terjangkau, Idaman Masyarakat Jakarta

-----------------------------------------------

Tawang Jaya Railway, Chat, Pillows, Food, Snack Drinks, Toilets All Complete Available, Except Musala - After a stormy storm last night, complete with all the administrative system. Finally complete access to the trip to Palembang in the palm of your hand. As planned, the initial start will start from Poncol Station (Semarang) to Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) as the finish line (not his heart ... time).

First plan
As per the initial plan, this time I used the Tawang Jaya Train. The train departs from 13.15 - 20.10 WIB. Deal with delays, I arrived at Poncol Station at exactly 12:30 WIB and immediately fulfilled my obligations before the long journey thereafter. Relax ... At Poncol Station everything is complete, including one big station too. Starting from the mosque, ATM center, until the food stalls all available and easy to access.

Late 2 minutes out of schedule, Tawang Jaya Train starts the long journey from Semarang to the end in Jakarta later. The route taken includes Semarang Poncol-Weleri-Pekalongan-Pemalang-Tegal-Brebes-Tanjung-Babakan-Prujakan-Cirebon-Jatibarang-HaurGeulis-Pegaden Baru-Bekasi-Pasar Senen. For the price is classified as the most economical compared to other trains, which is 130k / adult passenger.

These are all choices
The interactions and activities of the train cars have always been the ones that I have been waiting for. Meet new people, new stories, new experiences, though not even met before. Mutually and sometimes increasing every train stop by. If I say, the train becomes one of the most friendly and pleasant transportation.

Not everyone likes to start the story indeed, let it ... Indeed it is a choice. Some are busy with their gadgets, notebooks, and even their favorite novels. And to the amazement, some people still maintain devotion to His Lord even in the midst of noise. Even though food, drinks, snacks, toilets and pillows are available, in Tawang Jaya Train there is no prayer room / Musala. All complete presented for 7 hours strolling train. There is also a direct source of information from the conductor, whose identity and cellphone number are clearly displayed on each train in the front of the train (as long as you don't call prank mama Mama ask for a pulse, ok?

* Note: For those of you who are using train transportation, do not ever decide to go to Musala train stopover station, because it stops only 3 minutes. For worship, it can be done inside the train car, even with limited facilities.

Lucky!
Although not everything can be planned, however, surely everything has been planned by the Creator. The row of cars that I occupied was in car one, seat 12b I remember very well. Of the 6 passengers who took turns, ranging from the vegetable trader brother in the Senen Market from Brebes, the sister of the Sailing Vocational School from Batang who wanted an apprenticeship, to the AKMI (Maritime Academy) Maritime Asylum Cirebon graduate from Bogor Peak, complete with each story and experience.

Call it the Sultan, complete with a carefree face that turned out to successfully complete the maritime study period at a relatively young age. After taking 4 years of his studies, plus an apprenticeship at Pertamina which earns approximately 6 million every month as his experience, he graduated in accordance with his and his parents' expectations. The 21-year-old man is originally from Bogor, Ciawi, the name of the area.

Looking the most quiet, I decided to start a conversation with him when he arrived at Bekasi Station. Starting from the soccer club, Naruto series, until the latest Boruto collection as if we are frequency. Investigate a calibaration, the most fanatical Sultan compared to me. Starting from the physical comic collection of all volumes from the beginning, until all the animated films are complete to the end. Plus, it turns out he also collects football club clothes from retro to the newest, Manchester United is his proud team, although now he often jokes his game ... wow.

As per the list of plans, I should go straight to Manggarai Station after getting off at Pasar Senen Station using Ojol's brother because I already booked tickets for the airport express train at 21:40 WIB. 20 minutes to the Tawang Jaya Train end point at Pasar Senen Station, meanwhile I am also still confused about access from Senen to Manggarai, because the express train to the airport is only at Manggarai (at Senen Market there is none). Our conversation continued to drag on, until finally my confusion peaked 5 minutes before getting off the train.

Travelers Couple Notes

'I'm also Direct to Manggarai'. I say.
'I continued to Bogor, took the KRL (Electric Train), I could get access to Manggarai if I wanted to, but the key was one ... asked the officer ... * laughed' The Sultan immediately chimed in.
Since using the services of Ojol's brother is too mainstream in Semarang, my instinct of 'trying new things' is struggling, how does it feel to ride a KRL? How do you do it? How much is the budget? Without thinking I immediately agreed to the information as well as an invitation from the Sultan. Armed with ignorance and only following the Sultan, we hurriedly walked halfway to the KRL ticket counter located at the exit of Pasar Senen Station. After arriving Pasar Senen, to St. Manggarai ride what is economical? Only 3k! This is an Affordable and Affordable KRL, the ideal of Jakarta society

Belum ada Komentar untuk "KA Tawang Jaya, Obrolan, Bantal, Makanan, Minuman Jajanan, Toilet Semua Lengkap Tersedia, Kecuali Musala (Indonesia & English)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel